Percintaan yang kerap menjadi kesumat
Kau hanya diam jika egosime memuncak
Aku bergeming ketika raut wajahmu mulai menanda
menanda warta dari desir angin angkutan kota
tentang cemburu, kegalauan dan
tentang perempuan yang masih membayangkan wajahku
dan menyimpannya di lemari kaca yang retak
percintaan yang gulita
sebab kecemburuan menyelimuti langkahmu
menyelimuti hati kecilmu
di saat valentine bergaris-garis dijidat
percintaan yang tak lagi ada senyum
jika pertengkaran kita memuncak
tak ada lagi sayang dan tak ada lagi cinta
hanya dendam berkesumat
dan berkata di balik dada
"Mengapa Aku pernah mengenalmu"
Percintaan dengan mata berkaca
ku eja kembali kalimat valentine
dadamu tersentak dan menyatakan
Valentine ini bukan untukku sayang
tapi kau adalah untukku
dan Aku milikmuhttp://indra-anwar.blogspot.com/
Minggu, 03 Maret 2013
Selasa, 18 Desember 2012
"Iye..."
“Jamaah....oh
Jamaah...Alhamdudillah...” siapa yang tak kenal dengan
kalimat ini, kalimat yang kerap dilontarkan oleh Ustas Kondang yang sekarang
namanya telah melejit. Yaitu Ustas Maulana. Kalimat ini mungkin tak asing bagi
kita karena kalimat ini telah menjadi trend pada masyarakat umum. Namun, bukan
kalimat ini saja yang dilontarkan oleh beliau. Akan tetapi, kata “Iye..” ternyata juga melekat pada semua
benak ummat yang ada di Indonesia, melihat secara sepintas kata “Iye” ini
bukanlah kata Bahasa Indonesia yang baku karena kata “Iye” ini berasal dari bahasa Bugis-Makassar yang berart
“Iya” atau “Ya”. Pada Kamus Bahasa Indonesia yang pimpinan redaksinya adalah Dendy
Sugono mengartikan kata “Iya” atau “Ya” yaitu kata
untuk (1) menyatakan setuju (membenarkan dsb); ia; (2) untuk
memastikan,menegaskan dl bertanya . . . ,bukan?; (3) tah, gerangan; (4) untuk memberi tekanan pada kata yang di depannya; .
Kata
‘Iye’ dilontarkan oleh Ustas Maulana ini ketika menyapa jamaah dengan gaya atau
stile-nya sendiri..dengan ucapan jamaah....para jamaah akan mengatakan iye... ini berarti bahwa kata "iye" ini
sudah menjadi milik semua masyarakat Indonesia bukan hanya milik orang
Bugis-Makassar.
Kata “Iye”
ini sudah layak menjadi bahasa Indonesia yang baku karena dalam pembakuan
bahasa salah satunya adalah menyerap kata yang berasal dari bahasa Asing atau
Bahasa Daerah. Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa
daerah/bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya
disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosa kata.
(http://id.wikipedia.org).
Salah satu bahasa daerah yang diserap pada Bahasa Indonesia yang baku
adalah Bahasa Daerah yang berasal dari bahasa Sansakerta. Salah satu alasan dipungut
bahasa sansakerta dijadikan kosa kata bahasa Indonesia yaitu alasan
linguistik: Fonologi bahasa Sanskerta, pelafalan fonem sangat bersesuaian
dengan lafal bahasa kita. Pada umumnya kata dasarnya berakhir dengan suku kata
hidup vokal “a”. (Enuh Zaenuddin)
Huruf vokal yang dikenal yaitu a, i, u, e, dan o. Sementara
kata “Iye” memiliki huruf vokal yang akhirnya e. Jadi, kata “Iye” ini dapat
dijadikan kata bahasa Indonesia yang baku.
Daftar Puskata:
Sugono, Dendy. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat
Bahasa.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kata_serapan_dalam_bahasa_Indonesia
Diakses pada tanggal 19 Desember 2012
Zainuddin, Enuh.
Tanpa Tahun. Sambutriksa kosakata Dari
bahasa asing. file.upi.edu/Direktori/...BAHASA...BAHASA.../6_BBM_4.pdf
diakses pada tanggal 19 Desember 2012
Sumber gambar: ramadan.detik.com
Minggu, 16 Desember 2012
Melintasi Samudera Hidup
Dalam telapak kaki yang tergores
Tergores dengan bebatuan
Menapaki jeram...
Melintasi samudera biru....
Bersua dengan gadis kecil
Dengan lelaki yang bertopi merah
dengan lelaki yang bertopi biru
mereka berjalan menyusuri samudera hidup
mereka berjalan....
berseragam putih biru
Dibahunya terdapat masa depan
Dalam kasihmu penuh belaian
Dalam sayangmu kau berikan belaian
mereka mengelus hikmat
mereka menikmati elusan itu
Wahai lelaki bertopi biru
wahai gadis kecil bertopi merah
Majulah ke depan
Angkat senjatamu ke depan
Tergores dengan bebatuan
Menapaki jeram...
Melintasi samudera biru....
Bersua dengan gadis kecil
Dengan lelaki yang bertopi merah
dengan lelaki yang bertopi biru
mereka berjalan menyusuri samudera hidup
mereka berjalan....
berseragam putih biru
Dibahunya terdapat masa depan
Dalam kasihmu penuh belaian
Dalam sayangmu kau berikan belaian
mereka mengelus hikmat
mereka menikmati elusan itu
Wahai lelaki bertopi biru
wahai gadis kecil bertopi merah
Majulah ke depan
Angkat senjatamu ke depan
Mencatat sejarahmu demi masa depan
Permanian masyarakat bugis: Matoyang
Sabtu tepat tanggal 15 Desember 2012, suara ramai dalam permandian Citta Soppeng, keramaian yang membuat masyarakat Citta Kab. Soppeng tersebut dikarenakan adanya Pesta Adat. Pesta tersebut memperingati hari jadi kec. Citta Kab. Soppeng, berbagai permainan rakyat juga digelar di tempat tersebut. Seperti aggasing, Matoyang, arraga, dan juga pertunjukkan Mappadendang. Mappadendang dilakukan oleh tiga orang pria dan enam orang wanita yang memukul lesung, konon katanya ini dilakukan pada saat masyarakat bugis ingin turun menanam padi. Namun, bukan hanya itu yang memukau penonton akan tetapi permainan Matoyang lebih menarik perhatian warga masyarakat Citta. Permainan ayunan yang berada pada kec. lilirilau ini sudah lama ada. Dengan jumlah personil 20 orang biasanya mereka main diberbagai acara-acara adat. Matoyang yang biasa disebut ayunan salah satu permainan adat masyarakat bugis seperti kata salah satu personel dari permainan ini. Konon katanya permainan ini menjadi salah satu wujud eksistensi ketika Raja Bone menemukan air citta dengan rasa bahagia yang menyelimuti raja tersebut maka ie mengadakan pesta dengan permainan-permainan tersebut. itulah yang menjadi dasar bahwa mattoyang, a'gasing, a'raga, dan mappadendang dilakukan dalam kegiatan tersebut.
Senin, 26 November 2012
Harapan Sua
Jumat.....
Pada kebisuan ini, Aku menemukan bayang-bayang
yang kerap menjadi hiasan lamunanku
tertiup dan berhembus....nun jauh
Jumat....
Tanggal Dua Puluh Tiga Nopember Dua Ribu Dua Belas
Mencatat sejarah dari syairmu
yang kerap hadir dalam kebisuanku pada malam
Lewat lantunan musikmu, Aku menemukan jiwaku
Jiwa yang tertelan dengan kerinduan
jiwa yang tertelan kebisuan
dan harapan sua kita
Jumat, 02 November 2012
Cendrawasi
Pertemuan dua hati
yang berkasih
Telah menepati ikrar
hidup , mengasih
Sejenak membungkang
dalam ruang hati
Tentang beberapa
memori di hati
Warta dari cendrawasi
Menuai gita rindu
untuk kekasih
Cendrawasi, aku di
sini
Cendrawasi kau
merenungi
Kekasih hati
Dalam ukiran cinta
kasih
Bahagiamu dan
bahagianya
Adalah bahagiaku
Dalam sujudku ku
munajat doa
Tengtang hidupmu dan
hidupnya
Kamis, 01 November 2012
Senja menjemput petang melalui pelangi
Senja menjemput petang melalui pelangi
Camar.....pulang kampung
Petani memancarkan senyum
Pulang dari hamparan hijau
Senja menjemput petang melalui pelangi
Terkabar dari udara suara paraumu
"Bagaimana wartamu hari ini?"
Sejak sekian lama engkau telah pudar dari ingatku
Camar.....pulang kampung
Petani memancarkan senyum
Pulang dari hamparan hijau
Senja menjemput petang melalui pelangi
Terkabar dari udara suara paraumu
"Bagaimana wartamu hari ini?"
Sejak sekian lama engkau telah pudar dari ingatku
Langganan:
Postingan (Atom)
